SIRIS (Surcharge Incident Reporting Information System) adalah platform pelaporan pelanggaran surcharge QRIS berbasis web yang dikembangkan sebagai luaran penelitian metodologi penelitian. Platform ini dirancang untuk mendukung pengawasan kepatuhan merchant terhadap regulasi Bank Indonesia yang melarang pembebanan biaya tambahan (surcharge/MDR) kepada konsumen.
Sesuai dengan Pasal 52 ayat (1) Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 23/6/PBI/2021 tentang Penyedia Jasa Pembayaran, merchant dilarang keras membebankan biaya tambahan dalam bentuk apa pun kepada konsumen yang bertransaksi menggunakan QRIS. Biaya Merchant Discount Rate (MDR) seharusnya menjadi kewajiban dan tanggungan pedagang. SIRIS hadir sebagai wadah pengaduan yang konkret, aman, dan mudah diakses untuk memberdayakan konsumen serta membantu regulator (Bank Indonesia & OJK) dalam memantau kepatuhan di lapangan.
Riset dan pengembangan sistem ini disusun oleh Kelompok 5 Program Studi S1 Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta (T.A 2025/2026), di bawah bimbingan dosen pengampu Dr. Widya Cholil, M.I.T.
| Nama / NIM | Peran | Tanggung Jawab |
|---|---|---|
| Okto Ramadhantyo 2401512032 |
Project Manager & System Architect | Koordinasi proyek, memimpin Sprint Planning/Review, merancang arsitektur sistem SIRIS, menyusun product backlog, menyusun kerangka berpikir penelitian. |
| Torikh Abdullah Naser 2410512031 |
Backend Developer & Database Engineer | Merancang database, membangun fungsi backend, API, dashboard admin untuk manajemen laporan, penanganan integrasi frontend-backend, dan deployment. |
| Shakila Ardelina 2410512033 |
UI/UX Designer & Frontend Developer | Membuat mockup antarmuka di Figma, merevisi desain berdasarkan SUS 1, mengimplementasikan mockup menjadi kode UI berbasis web yang responsif. |
| Anggoro Satrio Bhakti 2410512034 |
Business Analyst & Research Lead | Wawancara kebutuhan pengguna, riset latar belakang, analisis regulasi PBI, evaluasi hasil SUS 1, menyusun analisis perbandingan skor SUS 1 vs SUS 2. |
| Zakira Numa Azzahra 2410512035 |
UX Researcher & Frontend Developer | Setup task scenario di Maze, memandu kuesioner SUS, membuat flowchart & use case diagram, membantu frontend coding, koordinasi pengujian SUS 2. |
Organisasi ini menggunakan arsitektur modern modular untuk memastikan keandalan, skalabilitas, dan latensi rendah pada edge network:
- api-SIRIS: Repositori backend API berbasis modular monolith yang dideploy di Cloudflare Workers. dibangun menggunakan Hono,
@hono/zod-openapi, Better Auth, Drizzle ORM, dan PostgreSQL (Neon). - web-SIRIS: Repositori frontend aplikasi web (Client Dashboard & Admin Portal) yang dibangun dengan React, Vite, Tailwind CSS / Vanilla CSS, dan TypeScript.
- siris-metopen.github.io: Landing page informasi organisasi dan dokumentasi riset yang dapat diakses publik.
Penelitian ini mengintegrasikan pendekatan human-centered design dan software engineering modern melalui tahapan berikut:
- Design Thinking (Eksplorasi & Ideasi): Wawancara awal konsumen (empathize), perumusan masalah (define), perancangan fitur pelaporan (ideate), dan pembuatan mockup UI/UX di Figma (prototype).
- Pre-Development Testing (SUS 1): Pengujian tingkat kebergunaan purwarupa (mockup) menggunakan platform Maze dan kuesioner System Usability Scale (SUS) untuk memastikan kelayakan desain sebelum coding dimulai (threshold minimum skor 68).
- Agile Scrum (Pengembangan Sistem): Pengembangan sistem iteratif melalui 3 siklus Sprint (Sprint 1: Frontend, Sprint 2: Backend/Admin, Sprint 3: Integrasi & Bug Fixing).
- Post-Development Testing (SUS 2): Evaluasi usability pada website fungsional yang telah dihosting untuk membandingkan performa usability pra dan pasca pengembangan.
- Dosen Pengampu: Dr. Widya Cholil, M.I.T
- Regulasi Rujukan: Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 23/6/PBI/2021 tentang Penyedia Jasa Pembayaran.